Rabu, 08 Mei 2024

LATIHAN SOAL SEMESTER GENAP MAPEL PJOK KLS X SEMUA JURUSAN MATERI PERGAULAN SEHAT

 

SOAL PJOK KELAS X SEMUA JURUSAN

 

Soal:

1. Jelaskan pengertian pergaulan sehat menurut Anda.

2. Mengapa penting bagi individu untuk menjaga pergaulan sehat?

3. Bagaimana dampak negatif dari pergaulan tidak sehat terhadap kesejahteraan seseorang?

4. Apa saja prinsip-prinsip utama dalam membangun pergaulan sehat?

5. Bagaimana cara mengatasi konflik dalam hubungan sosial agar tetap sehat dan positif?

6. Mengapa penting untuk memilih teman yang memiliki nilai-nilai positif dalam membangun pergaulan sehat?

7. Bagaimana peran komunikasi yang efektif dalam menjaga pergaulan sehat?

8. Apa yang dimaksud dengan empati dan mengapa hal ini penting dalam pergaulan sehat?

9. Bagaimana cara menghindari perilaku negatif seperti gosip dan intimidasi dalam lingkungan pergaulan sehat?

10. Jelaskan bagaimana cara membangun rasa percaya diri yang kuat dalam hubungan sosial.

11. Apa yang dimaksud dengan toleransi dan bagaimana hal ini berkaitan dengan pergaulan sehat?

12. Bagaimana cara membangun hubungan yang saling mendukung dan memotivasi di lingkungan pergaulan sehat?

13. Mengapa penting untuk menghormati perbedaan pendapat dan kepercayaan orang lain dalam pergaulan sehat?

14. Bagaimana cara menyeimbangkan waktu bersosialisasi dan waktu pribadi dalam menjaga keseimbangan dalam pergaulan sehat?

15. Jelaskan bagaimana pergaulan sehat dapat berkontribusi pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang.

 

Jawaban:

1. Pergaulan sehat adalah interaksi sosial yang dilakukan dengan cara yang positif, saling menghormati, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan individu secara fisik, emosional, dan mental.

  

2. Penting bagi individu untuk menjaga pergaulan sehat karena hal ini dapat memengaruhi kesejahteraan dan perkembangan pribadi. Pergaulan sehat membantu dalam membangun hubungan yang positif, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan dukungan sosial yang penting.

 

3. Dampak negatif dari pergaulan tidak sehat terhadap kesejahteraan seseorang antara lain dapat berupa penurunan kepercayaan diri, konflik interpersonal yang intens, stres, isolasi sosial, dan bahkan masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan.

 

4. Prinsip-prinsip utama dalam membangun pergaulan sehat meliputi komunikasi yang jujur dan terbuka, saling menghormati, membangun kepercayaan, mendukung satu sama lain, serta memiliki batasan yang sehat dalam hubungan.

 

5. Cara mengatasi konflik dalam hubungan sosial agar tetap sehat dan positif antara lain dengan berkomunikasi secara efektif, mendengarkan dengan empati, mencari solusi bersama, menempatkan diri pada posisi orang lain, dan mengelola emosi dengan baik.

 

6. Penting untuk memilih teman yang memiliki nilai-nilai positif dalam membangun pergaulan sehat karena teman-teman yang positif dapat memberikan dukungan, inspirasi, dan pengaruh yang baik bagi perkembangan pribadi. Mereka juga cenderung memengaruhi individu untuk berperilaku positif.

 

7. Komunikasi yang efektif memainkan peran penting dalam menjaga pergaulan sehat dengan memungkinkan individu untuk saling memahami, menyelesaikan konflik dengan baik, dan mengungkapkan kebutuhan serta perasaan secara jujur.

 

8. Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan serta pengalaman orang lain. Hal ini penting dalam pergaulan sehat karena dapat membantu membangun hubungan yang lebih dekat, meningkatkan rasa saling pengertian, dan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung.

 

9. Cara menghindari perilaku negatif seperti gosip dan intimidasi dalam lingkungan pergaulan sehat antara lain dengan mempromosikan budaya komunikasi yang terbuka dan jujur, menolak ikut serta dalam gosip, serta melaporkan perilaku intimidasi kepada pihak yang berwenang.

 

10. Untuk membangun rasa percaya diri yang kuat dalam hubungan sosial, individu dapat melakukan hal-hal seperti mengenali kelebihan dan kekurangan diri dengan objektif, menghargai diri sendiri, menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan, dan belajar untuk menerima diri sendiri.

 

11. Toleransi adalah sikap terbuka dan menerima perbedaan pendapat, kepercayaan, atau budaya orang lain tanpa menghakimi. Hal ini berkaitan dengan pergaulan sehat karena toleransi membantu menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, mengurangi konflik, serta memperkuat hubungan antarindividu.

 

12. Untuk membangun hubungan yang saling mendukung dan memotivasi di lingkungan pergaulan sehat, individu dapat melakukan hal-hal seperti memberikan dukungan positif, mendengarkan dengan empati, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta merayakan kesuksesan bersama.

 

13. Penting untuk menghormati perbedaan pendapat dan kepercayaan orang lain dalam pergaulan sehat karena hal ini mencerminkan rasa saling menghargai, membuka ruang untuk dialog yang konstruktif, serta memperkaya perspektif dan pengalaman individu.

 

14. Cara menyeimbangkan waktu bersosialisasi dan waktu pribadi dalam menjaga keseimbangan dalam pergaulan sehat antara lain dengan membuat jadwal yang seimbang antara aktivitas sosial dan waktu sendiri, mengidentifikasi prioritas pribadi, serta belajar untuk mengatakan tidak jika diperlukan.

 

15. Pergaulan sehat dapat berkontribusi pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang dengan menyediakan dukungan sosial, meningkatkan rasa keterhubungan, mengurangi tingkat stres, memberikan kesempatan untuk berbagi dan belajar dari pengalaman orang lain, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi.

Rabu, 21 Oktober 2020

PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2020

Assalamu'alaikum wr wb..
berikut adalah link soal ujian tengah semester, isilah soal-soal tersebut dengan sungguh-sunguh agar mendapatkan nilai yang bagus.
jadilah kebanggaan bagi orang tua dan guru
selamat mengerjakan Soal Penilaian Tengah Semester semoga sukses amin..
Silakan klik ling soal berikut sesuai kelas mu..
1. LINK SOAL KELAS X MAPEL PENJAS https://forms.gle/6B4dpNcUKCBsqP2R9
2. LINK SOAL UJIAN KELAS XI MAPEL PENJAS https://forms.gle/ztN1AfELv9ivrw9G6
    LINK SOAL UJIAN MAPEL  PRAKTEK AKUNTANSI https://forms.gle/GbLJ86TV8Fg4hEuP7
3. LINK SOAL UJIAN KELAS XII MAPEL PRAKTEK AKUNTANSI  https://forms.gle/mZZUf9iDkmq6jeFx9

Rabu, 23 September 2020

Permainan Bola Besar Melalui Permainan Bolabasket

 


Permainan Bola Besar Melalui Permainan Bolabasket

Tujuan Pembelajaran:

-          Setelah pelajaran berakhir kamu mampu mengamalkan ajaran agama, memiliki sikap yang baik serta memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang: variasi dan kombinasi keterampilan melempar, menangkap, menggiring, menembak bola ke ring basket

Permainan bolabasket dalam permainan bola besar merupakan alat pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, merupakan upaya mempelajari manusia bergerak.

Peta Konsep Permainan Bolabasket:

-           Melempar

-          Menangkap

-          Menggiring

-          Menembak bola ke ring

   

“Permainan Bolabasket pasti akan menyenangkan jika kita mampu kuasai gerak dasarnya”

 

Buku permainan bolabasket ini harus kamu pelajari dengan mengedepankan sikap kehidupan beragama (berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan) mencerminkan sikap dan perilaku sportif dalam bermain, bertanggung jawab dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran serta menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, menunjukkan kemauan kerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, toleransi           dan mau berbagi dengan teman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik, mau menerima kekalahan dan kemenangan dalam permainan.

Bolabasket ialah suatu permainan yang dapat dimainkan oleh puteri maupun putera. Tiap regu terdiri dari 12 orang pemain putera atau puteri dan 5 orang yang dapat langsung turun kelapangan permainan untuk tiap regu. Tujuan permainan memasukkan bola ke dalam keranjang yang tingginya 3,5 m. Regu yang paling banyak dapat memasukkan bola ke dalam keranjang, regu itu menang.

 Pertama kali ditemukan permainan bolabasket bertujuan untuk menghilangkan kelesuan berolahraga pada musim dingin, Dr. L.H. Gulick, sekretaris dari bagian pendidikan jasmani YMCA ( Young Men’s Christian Association) Amerika Serikat dan ketua Pendidikan Jasmani YMCA Internasional, yang sekarang disebut Springfield            College , di Massachusetts menghendaki diciptakannya suatu permainan yang dapat dimainkan pada waktu-waktu musim dingin, menyenangkan, mudah dipelajari, mudah dimainkan dan menghindari permainan kasar.

James Naismith dapat memenuhi kehendak dari L.H. Gulick itu, dan permainan itu disebut “ basketball ” dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan permainan bolabasket. Permainan bolabasket pertama kali dimainkan pada tahun 1891, dan ternyata mendapat sambutan yang sangat baik terutama oleh kaum muda sehingga dapat berkembang dengan cepat diseluruh dunia.

Bolabasket masuk di Indonesia setelah perang dunia ke-II dibawa oleh perantauperantau Cina dan berkembang dengan cepat sehingga pada PON ke I tahun 1948 di Surakarta, bolabasket telah dicantumkan dalam acara resmi. Persatuan Basket-Ball seluruh Indonesia (PERBASI) berdiri pada tanggal 23 Oktober 1951, kemudian diubah menjadi persatuan bolabasket seluruh Indonesia dengan singkatan tetap PERBASI.


Gambar 1.32  Lapangan bolabasket

 A. Variasi Keterampilan Gerak Permainan Bolabasket

Beberapa gerak dasar permainan bolabasket yang disajikan dalam bab ini  adalah :

1. Melempar dan menangkap

a. Keterampilan teknik melempar bola setinggi dada ( chest pass )

1) Persiapan melakukan lempar bola setinggi dada ( chest pass) :

a) Berdiri dengan sikap melangkah.

b) Bola dipegang dengan kedua tangan di depan dada.

c) Badan agak condong ke depan.

2) Gerakan melempar bola setinggi dada ( chest pass ):

a) Dorongkan bola ke depan dengan meluruskan kedua lengan bersamaan kaki belakang   

     dilangkahkan ke depan dan berat badan dibawa ke depan.

b) Lepaskan bola dari kedua pegangan tangan setelah kedua lengan lurus.

c) Arah bola lurus sejajar dada.

3) Akhir gerakan melempar setinggi dada ( chest pass ):

a) Berat badan dibawa ke depan

b) Kedua lengan lurus ke depan rileks

c) Pandangan mengikuti arah gerakan bola

b. Teknik melempar bola pantul ( bounce pass )

1) Persiapan melakukan gerak dasar lemparan bola pantul ( bounce pass ):

a) Berdiri dengan sikap melangkah.

b) Bola dipegang dengan kedua tangan di depan dada.

c) Badan agak condong ke depan.

d) Kedua siku lurus ke samping.

Gambar 1.33  Posisi tubuh saat menangkap dan melempar bolabasket

 

2) Gerakan melakukan gerak dasar lemparan bola pantul ( bounce pass )

a) Dorongkan bola dengan meluruskan kedua lengan ke depan bawah bersamaan kaki belakang

     di langkahkan ke depan dan berat badan dibawa ke depan.

b) Lepaskan bola dari kedua tangan setelah kedua lengan lurus.

c) Arah bola memantul ke lantai.

d) Pantulan bola diusahakan setinggi dada penerima bola.

3) Akhir gerakan melakukan gerak dasar lemparan bola pantul ( bounce pass ):

a) Berat badan dibawa ke depan.

b) Kedua lengan lurus serong bawah rileks.

c) Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Gambar 1.34  Melempar bola pantul

c. Keterampilan teknik melempar bola dari atas kepala ( over head pass )  

1) Persiapan melempar bola dari atas kepala ( over head pass) :

a) Berdiri dengan sikap melangkah ke arah lemparan.

b) Bola dipegang dengan kedua tangan di atas kepala.

c) Badan agak condong ke depan.

2) Gerakan melempar bola dari atas kepala ( over head pass )

a) Ayunkan bola ke depan dengan meluruskan kedua lengan bersamaan kaki belakang

     dilangkahkan ke depan dan berat badan dibawa ke depan.

b) Lepaskan bola dari kedua tangan setelah kedua lengan lurus.

c) Arah bola lurus dan datar kearah dada penerima bola.

3) Akhir gerakan melempar bola dari atas kepala ( over head pass )

a) Berat badan dibawa kedepan.

b) Kedua lengan lurus ke depan rileks.

c) Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Gambar 1.35  Melempar bola dari atas kepala

d. Keterampilan Gerak dasar menangkap bola

1) Persiapan melekukan gerak dasar menangkap bola

a) Berdiri dengan sikap kaki melangkah menghadap arah datangnya bola.

b) Kedua lengan dijulurkan ke depan menyongsong arah datangnya bola dengan sikap telapak tangan menghadap arah datangnya bola.

c) Berat badan bertumpu pada kaki depan.

2) Gerakan gerak dasar menangkap bola: Setelah bola menyentuh telapak tangan, tariklah kaki depan ke belakang, sikut lengan ditekuk hingga bola ditarik mendekati dada/ badan.

3) Akhir gerakan gerak dasar menangkap bola

a) Badan agak condong ke depan.

b) Berat badan bertumpu pada kaki belakang.

c) Posisi bola dipegang di depan badan.

Gambar 1.36  Menangkap bola yang datang dari depan badan

2. Menggiring

Menggiring bola dapat dibagi dua:

a.       Menggiring bola tinggi Gunanya memperoleh posisi mendekati basket lawan secepat-cepatnya.

b.      Menggiring Bola Rendah Gunanya untuk menyusup, mengacaukan pertahanan lawan dan mengecoh lawan

c.       Keterampilan gerak dasar menggiring bola Cara melakukannya:

a)      Diawali dengan persiapan berdiri dengan sikap melangkah.

b)      Badan agak condong ke depan. c) Berat badan tertumpu pada kaki depan.

c)       Dengan gerakan mendorong bola menggunakan telapak tangan ke lantai dengan sumber gerakan dari sikut dibantu pergelangan tangan diaktifkan.

d)      Ketinggian bola memantul adalah sebatas atau di bawah pinggang.

e)      Pandangan mata ketika menggiring bola tertuju bebas ke arah depan.

f)       Akhir gerakan kedua tangan rileks dan badan ditegakkan kembali.

Gambar 1.39  Menggiring bola

Gambar 1.37  Menggiring bola tinggi

Gambar 1.38  Menggiring bola rendah

d.      Menggiring bola ( dribling ) basket mengikuti teman yang di depannya

1)      Kamu berdiri bebas sambil memegang bola.

2)      Latihan dilakukan berpasangan atau dalam bentuk kelompok, selama melakukan gerakan tidak boleh bersinggungan sesama teman, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

e.      Adu cepat menggiring bolabasket melalui rintangan ( zig-zag ) dalam bentuk lari berantai

1)      Berbaris dengan pormasi berbanjar

2)      latihan ini dilakukan secara berkelompok (secara estafet/lari berantai), untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

f.        Lomba cepat mengambil bolabasket dan menggiring melalui rintangan ( zig-zag ), dalam bentuk lari berantai

1)      Berdiri berhadapan dengan jarak ± 10 m.

2)      Latihan ini dilakukan secara berkelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

Gambar 1.41  Menggiring bola zig-zag

Gambar 1.42  Menggiring bola berantai berpasangan

Gambar 1.40  Menggiring bola simpang siur

 

3. Keterampilan Gerak dasar Menembak

a. Menembak bola ( shooting ) dengan dua tangan

1)      Diawali dengan persiapan berdiri tegak menghadap arah gerakan dalam sikap melangkah, posisi kaki lurus ke depan.

2)      Kedua lutut agak direndahkan.

3)      Bola dipegang pada bagian samping bawah dengan kedua telapak tangan dan jari-jari terbuka. 4) Pandangan ke arah tembakan sasaran.

4)      Dengan gerakan mendorongkan bola ke depan atas hingga lengan lurus, bersamaan dengan itu pinggul, lutut, dan tumit naik.

5)      Lepaskan bola dari pegangan tangan saat lengan lurus dan gerakan pelepasan bola dibantu dengan mengaktifkan pergelangan tangan serta jari-jarinya.

6)      Bentuk arah bola yang benar adalah menyerupai parabola atas melengkung.

7)      Akhir gerakan kedua lengan lurus ke depan rileks dan arah pandangan mengikuti arah gerak bola.

b. Menembak ( shooting ) dengan satu tangan

1)      Diawali dengan persiapan berdiri tegak, sikap melangkah menghadap arah gerakan bola dan kedua lutut agak rendah.

2)      Bola dipegang pada bagian bawahnya dengan telapak tangan dan jari-jari.

3)      Satu terbuka sedangkan tangan yang lainnya membantu menahan bagian samping bola.

4)      Pandangan ke arah tembakan sasaran.

5)      Dilanjutkan dengan  gerakan mendorong bola ke depan atas dengan menggunakan satu lengan hingga lengan lurus. Bersama dengan itu pinggul, lutut dan tumit naik.

6)      Lepaskan bola dari pegangan tangan saat lengan lurus.

7)      Gerakan pelepasan bola dibantuk dengan mengaktifkan pergelangan tangan serta jari-jari.

Gambar 1.43 Gerak memasukkan bola ring basket/menembak dengan dua tangan

8)      Arah bola yang benar adalah menyerupai parabola atau melengkung.

9)      Akhir gerakan kedua lengan lurus ke depan rileks dan arah pandangan mengikuti arah gerak bola.

c. Pembelajaran Variasi gerak dasar shooting menggunakan satu tangan Pelaksanaannya dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Menembak bolabasket bergerak maju, mundur, dan menyamping,

1)      Berdiri berhadapan dengan jarak ± 5 m.

2)      Menembak bolabasket bergerak maju, mundur, dan menyamping.

3)      Dilakukan berpasangan atau berkelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

b. Shooting bolabasket pada formasi berbanjar

1)      Berdiri dengan membentuk pormasi berbanjar.

2)      Setelah melakukan shooting bergerak lari pindah tempat ke barisan belakang pada barisan di hadapannya.

3)      Latihan ini dilakukan berpasangan atau berkelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

Gambar 1.45  Menembak bola maju-mundur

Gambar 1.46  Shooting ke taman

Gambar 1.44  Gerak memasukkan bola ring basket/menembak dengan satu tangan

c. Shooting bolabasket pada formasi berbanjar dari arah depan ring basket

1)      Berbaris stu banjar menghadap ring dengan jarak ± 3 m.

2)      Kelompok di depan ring basket yang melakukan shooting dan yang ada di belakang yang mengambil bola dan mengopernya ke kelompok di depan ring.

3)      Setelah melakukan shooting dan mengoper bola, bergerak lari pindah tempat (yang melakukan shooting pindah ke belakang ring dan yang mengoper ke depan ring).

4)      Latihan ini dilakukan berkelompok, untuk menanamkan nilainilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

d. Gerak dasar lay-up shoot Model pembelajarannya sebagai berikut :

1) Lay-up shoot

a)      Berdiri menghada rekan di depan  dengan jarak ± 5 m.

b)      Gerak melangkah, dilanjutkan dua langkah sambil memegang bolabasket, yang telah melakukan lay-up shoot bergerak berpindah tempat ke barisan menangap bola. Latihan ini dilakukan berpasangan atau kelompok. Untuk menanamkan nilainilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

Gambar 1.47  Shooting ke ring basket

Gambar 1.48  Lay-up shoot

2) Lay-up shoot diawali menggiring bola

a)      Berdiri berhadapan dengan jarak ± 5 m.

b)      lakukan teknik lay-up shoot, yang telah melakukan lay-up shoot bergerak berpindah tempat ke barisan menangap bola. Latihan ini dilakukan berpasangan atau kelompok. Untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

 

B. Kombinasi Keterapilan Gerak Permainan Bolabasket

Setelah kamu mempelajari tentang variasi keterampilan gerak permainan bolabasket, sekarang kamu akan mempelajari tentang kombinasi gerak, yaitu menggabungkan beberapa keterampilan gerak, diantara kombinasi gerak tersebut adalah menangkap dan passing , menggiring dan passing , menggiring dan shooting , dan passing dan shooting.

Setelah Kamu pelajari konsep variasi dan kombinasi permainan bolabasket, sekarang coba kamu terapkan yang telah kamu pelajari tersebut dalam aktivitas pembelajaran bersama teman-temanmu.

1. Pembelajaran variasi dan kombinasi keterampilan gerak menangkap dengan  passing

a. Berdiri berhadapan dengan jarak ± 5 m.

b.Lempar dan menangkap bolabasket bergerak maju, mundur dan menyamping.

c. Lakukan secara berulang-ulang.

d.Dilakukan berpasangan atau berkelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

2. Menangkap dan passing bolabasket pada formasi berbanjar

1)      Berdiri berhadapan dengan jarak ± 5 m.

2)      Melakukan lemparan bergerak berpindah tempat, dilakukan berpasangan atau berkelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

Gambar 1.50  Kombinasi gerak menangkap dengan melempar

Gambar 1.49  Menggiring bola dan lay-up shoot

3)      Lakukan secara berulang-ulang.

Gambar 1.51  Menangkap dan passing berbanjar

3. Passing dan menangkap bolabasket pada formasi lingkaran

1)      Berdiri berhadapan dengan jarak ± 5 m.

2)      Setelah melakukan lemparan bergerak berpindah tempat (dari tengah lingkaran pindah ke garis lingkaran dan dari garis lingkaran pindah ke tengah lingkaran).

3)      Lakukan secara berulangulang.

4)      lakukan berpasangan atau berkelompok, untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

C. Bermain bolabasket menggunakan setengah lapangan basket

1. Bermain setengah lapangan Pelaksanaannya adalah bidang A lapangan untuk tim A dan bidang B lapangan untuk tim B, cara bermain:

a. Bentuk dua kelompok.

b.Tim A menempatkan pemainnya di lapangan B sebanyak 2 orang pemain.

c. Begitu juga tim B menempatkan 2 pemain di lapangan A.

d.Para pemain boleh menggiring, melempar, dan menembak.

e.Saat menggiring bola, pemain yang berada pada lapangan A dan B tidak boleh melewati garis tengah.

f.  Jadi yang berhak melakukan serangan pada lapangan lawan hanya 2 orang pemain.

Gambar 1.52  Menangkap dan passing formasi lingkaran

 

g. Tim pemenang adalah tim yang dapat memasukkan bola ke ring basket lebih banyak. h. Lama permainan 5-10 menit.

h.Untuk menanamkan nilainilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

2. Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi

a. Bentuk kamu menjadi dua regu bermain bolabasket menggunakan setengah lapangan. Jumlah pemain adalah 2 lawan 3 dilanjutkan dengan 4 lawan 3 atau 5 lawan 4.  

b.2 pemain penyerang dan 3 pemain bertahan.

c. 4 pemain penyerang dan 3 pemain bertahan. d. 5  pemain penyerang dan 4 pemain bertahan.

d.Setiap pemain berusaha memasukan bola ke ring basket, dengan gerak dasar yang telah dipelajarinya.

e.Regu yang menang adalah regu yang paling banyak memasukan bola ke rig basket dengan teknik yang benar.

f.  Dilakukan berpasangan atau berkelompok. untuk menanamkan nilai-nilai kerjasama, keberanian, sportivitas, dan kompetitif.

 


Senin, 21 September 2020

Menganalisis Keterampilan Gerak Aktivitas Spesifik Senam Lantai

 Bab VI 

Menganalisis Keterampilan Gerak Aktivitas Spesifik Senam Lantai

 



 

Senam merupakan salah satu aktivitas jasmani yang menyenangkan. Setiap gerak kehidupan kita senantiasa berhubungan dengan gerakan senam. Apabila kita melakukan senam ketangkasan, tubuh kita akan terasa lebih kuat dan terampil. Semakin banyak kita melakukan senam ketangkasan seperti lompat kangkang dan jongkok akan membuat kita lebih percaya diri dan berani menghadapi tantangan. Cobalah lakukan senam ketangkasan yang menggunakan peti lompat. Aktivitas senam menggunakan peti lompat sangat memungkinkan akan memberikan landasan pembentukan dan pengembangan karakter keberanian, kepercayaan diri, dan ketangkasan. Siswa akan merasa senang dan bangga pada diri sendiri jika berhasil melakukan gerakan loncat pada peti lompat, sehingga akan menumbuhkan rasa percaya diri pada kemampuan diri sendiri.

A. Analisis Keterampilan Gerak Loncat Kangkang

1. Analisa Loncat Kangkang Loncat kangkang adalah jenis loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan agar sedikit condong ke depan dan membuka kedua kakinya (kangkang) pada saat melewati peti lompat.

2. Analisa Gerak Loncat Kangkang

a. Analisis Loncat Kangkang Tumpuan Pangkal Peti Lompat Cobalah lakukan dan analisis keterampilan gerak loncat kangkang tumpuan pangkal peti lompat melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

1) Berdiri dengan jarak tertentu dari peti lompat

2) Awalan dengan lari cepat

3) Tolakan kedua kaki rapat

4) Gapai bagian pangkal peti lompat dengan kedua lengan lurus atau sedikit siku sedikit ditekuk

5) Tahanlah gerak bahu untuk melaju ke depan

6) Badan keadaan lurus atau sedikit melengkung

7) Saat terjadi dorongan ke atas kaki, tungkai dibuka lebar-lebar hingga melewati peti lompat

8) Kedua kaki dirapatkan kembali sebelum penurunan

9) Pendaratan dilakukan dengan urutan ujung kaki, lalu seluruh kaki, lutut ditekuk panggul dibungkukkan, dan berdiri tegak

10)Pandangan ke depan untuk menjaga keseimbangan

11)Perhatikan gambar 6.1

 

Gambar 6.1 Tahapan gerak loncat kangkang

Tumpuan Pangkal Peti Lompat Perhatikanlah kesalahan-kesalahan dalam keterampilan gerak loncat kangkang tumpuan pangkal peti lompat, yaitu: awalan lari kurang cepat, tolakan kedua kaki tidak bersamaan, peti lompat tidak tercapai dengan baik, tumpuan tidak pada pangkal peti lompat, tahanan tangan di peti lompat kurang kuat, kedua tungkai kurang dibuka sehingga menyentuh peti, pendaratan kedua kaki kurang bersamaan dan tidak berurutan, dan pandangan tidak ke depan.


b. Analisis Loncat Kangkang Tumpuan Ujung Peti Lompat

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak loncat kangkang ujung peti lompat melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

1) Berdiri dengan jarak tertentu dari peti lompat

2) Awalan dengan lari cepat

3) Tolakan kedua kaki rapat.

4) Gapai bagian ujung peti lompat dengan kedua lengan lurus atau sedikit siku sedikit ditekuk.

5) Tahanlah gerak bahu untuk melaju ke depan.

6) Badan keadaan lurus atau sedikit melengkung.

7) Saat terjadi dorongan ke atas kaki, tungkai dibuka lebar-lebar hingga melewati peti lompat.

8) Kedua kaki dirapatkan kembali sebelum penurunan.

9) Pendaratan dilakukan dengan urutan ujung kaki, lalu seluruh kaki, lutut ditekuk panggul dibungkukkan, dan berdiri tegak.

10) Pandangan ke depan untuk menjaga keseimbangan.

11) Perhatikan gambar 6.2

 

Gambar 6.2 Tahapan gerak loncat kangkang

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan dalam keterampilan gerak loncat kangkang tumpuan ujung peti lompat, yaitu: awalan lari kurang cepat, tolakan kedua kaki tidak bersamaan, peti lompat tidak tercapai dengan baik, tumpuan tidak pada ujung peti lompat, tahanan tangan di peti lompat kurang kuat, kedua tungkai kurang dibuka sehingga menyentuh peti, pendaratan kedua kaki kurang bersamaan dan tidak berurutan, dan pandangan tidak ke depan.


3. Aktivitas Pembelajaran Gerak Loncat Kangkang

Coba kalian lakukan aktivitas belajar di bawah ini untuk belajar gerak loncat kangkang:

a. Aktivitas pembelajaran Meloncati Kardus

1) Buat kelompok 5-6 orang

2) Masing-masing kelompok mendapatkan empat buah kardus bekas

3) Secara bergantian/urutan loncati sebuah kardus dengan kaki mengangkang

4) Secara bergantian/urutan loncati dua buah kardus dengan kaki mengangkang

5) Secara bergantian/urutan loncati tiga kardus dengan kaki mengangkang

6) Secara bergantian/urutan loncati empat kardus dengan kaki mengangkang

7) Saat melewati kardus tangan jangan menyentuh kardus

8) Saat mendarat usahakan dengan kedua kaki yang mengeper

9) Lakukan aktivitas tersebut terus-menerus secara bergantian/urutan sampai batas waktu yang ditentukan guru

10) Perhatikan gambar 6.3.


Gambar 6.3 Aktivitas Belajar Meloncati Kardus

b. Aktivitas pembelajaran Meloncati Teman

1) Buat kelompok 5-6 orang.

2) Berbarislah dengan jarak antara 1-2 meter dan menghadap arah yang sama.

3) Semua siswa membungkuk kecuali siswa yang paling belakang.

4) Siswa yang paling belakang meloncati secara kangkang satu persatu siswa yang membungkuk di depannya.

5) Setelah semua siswa terlewati di bagian paling depan siswa tersebut membungkuk.

6) Kemudian siswa yang ada paling belakang meloncati kembali secara kangkang satu persatu siswa yang membungkuk di depannya.

7) Saat melewati punggung teman tekanan tangan jangan terlalu keras.

8) Saat mendarat usahakan dengan kedua kaki yang mengeper.

9) Lakukan aktivitas tersebut terus-menerus secara bergantian sampai semua siswa dapat melakukan.

10) Perhatikan gambar 6.4.


Gambar 6.4 Aktivitas belajar meloncati teman

 

 c. Aktivitas pembelajaran Meloncati Peti Lompat Bertahap

1) Buat kelompok 5-6 orang.

2) Siapkan tiga buah peti lompat yang tingginya bertahap.

3) Lakukan meloncati secara kangkang peti lompat yang pendek.

4) Lakukan meloncati secara kangkang peti lompat yang sedang.

5) Lakukan meloncati secara kangkang peti lompat yang tinggi.

6) Saat melewati peti lompat, kedua tangan dapat menumpu di pangkal atau di ujung peti lompat.

7) Saat mendarat usahakan dengan kedua kaki yang mengeper.

8) Lakukan aktivitas tersebut terus-menerus secara bergantian sampai batas waktu yang ditentukan

9) Perhatikan gambar 6.5.

Gambar 6.5 Aktivitas pembelajaran meloncati peti lompat bertahap

4. Ringkasan

Loncat kangkang merupakan loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan membuka kedua kakinya (kangkang) pada saat melewati peti lompat. Loncat kangkang dapat dilakukan pada tumpuan pangkal dan ujung peti lompat. Agar dapat melakukan loncat kangkang kalian dapat melakukan aktivitas belajar meloncati susunan kardus, meloncati teman yang membungkuk, dan meloncati peti lompat dengan ketinggian secara bertahap.

5. Penilaian

a. Pengetahuan Pengetahuan siswa akan dinilai melalui tes tertulis maupun penugasan tentang hasil kerja kajian konsep dan prinsip senam ketangkasan yang berhubungan dengan kesehatan yang meliputi kekuatan otot dan kelenturan.

b. Sikap Sikap siswa selama mengikuti aktivitas senam ketangkasan akan dinilai melalui observasi sikap/perilaku siswa yang meliputi sportivitas, tanggungjawab, toleransi, disiplin, dan kerjasama yang dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik.

c. Keterampilan Keterampilan siswa akan dinilai melalui unjuk kerja senam ketangkasan yang berhubungan dengan kesehatan melalui tes yang meliputi tes loncat kangkang.


Sumber : Buku PJOK Kelas XI Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI 2017

Minggu, 20 September 2020

BAB II DAFTAR AKUN PADA AKUNTANSI DESA

 

DAFTAR AKUN PADA AKUNTANSI DESA

Rekening atau perkiraan (account) merupakan daftar tempat mencatat perubahan aktiva. Kewajiban, modal, pendapatan, dan beban dari transaksi keuangan.

1.     Daftar akun pada akuntansi desa

Dalam akuntansi desa, kode rekening penting untuk digunakan. Penggunaan kode rekening ini sifatnya agar lebih memudahkan dalam mengidentifikasi komponen-komponen laporan akuntansi desa

a.     Kode rekening pendapatan desa

Adanya pengelompokan kode rekening ini salah satunya untuk rekening pendapatan desa. Adabeberapa pengelompokan dari pendapatan desa sebagaiberikut.

1)     Pendapatan Asli desa (PA Desa)

Berikut jenis-jenisnya : a) Hasil usaha, b) Hasil asset, c) Swadaya, Partisipasi, dan gotong royong, d) Lain-lain PA Desa

2)     Pendapatan transfer

Beberapa pendapatan transfer antaralain: a) Dana desa, b) Bagian dari hasil pajak daera kabupaten/kota dan retribusi daerah, c) Alokasi dana desa, d) Bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Propinsi, e) Bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/kota.

3)     Pendapatan lain-lain

Ada beberapa jenis pendapatan lain-lain sbb: a) Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat, b) lain-lain pendapatan desa yang sah.

Rincian sampai ketingkat objek pendapatan akan dia atur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati/Wali kota.









MATERI

SELEKSI MASUK SMK NEGERI 5 MUARO JAMBI

Ujian Masuk SMK Negeri 5 Muaro Jambi ...